
Makassar, 16 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik melalui pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Sebagai bagian dari proses evaluasi, FMIPA Unhas melaksanakan berbagai persiapan intensif menghadapi wawancara penilaian pembangunan Zona Integritas yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kegiatan persiapan dipimpin langsung oleh Dekan FMIPA bersama jajaran pimpinan fakultas, tim Zona Integritas, ketua departemen, serta tenaga kependidikan yang terlibat dalam implementasi program reformasi birokrasi di lingkungan fakultas. Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi, simulasi wawancara, serta peninjauan kembali seluruh eviden dan capaian pembangunan Zona Integritas pada enam area perubahan yang menjadi fokus penilaian nasional. Area tersebut meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam arahannya, Dekan FMIPA menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya bertujuan memperoleh predikat WBK/WBBM, tetapi merupakan upaya berkelanjutan dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas. Seluruh sivitas akademika diharapkan mampu menunjukkan berbagai inovasi, perbaikan sistem kerja, serta peningkatan kualitas layanan yang telah dilaksanakan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Tim Zona Integritas FMIPA juga melakukan pemantapan materi presentasi yang akan disampaikan kepada tim penilai. Berbagai inovasi pelayanan berbasis digital, penguatan sistem pengawasan internal, transparansi informasi publik, pengelolaan pengaduan masyarakat, serta implementasi budaya pelayanan prima menjadi bagian penting yang akan dipaparkan dalam proses wawancara. Fokus evaluasi tidak hanya pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada dampak nyata yang dirasakan oleh pengguna layanan dan pemangku kepentingan.
Selain itu, simulasi wawancara dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memahami substansi pembangunan Zona Integritas dan mampu menjelaskan implementasi program secara komprehensif. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi internal untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperkuat sebelum pelaksanaan penilaian.
Melalui persiapan yang matang dan dukungan seluruh civitas akademika, FMIPA Universitas Hasanuddin optimistis dapat menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang bersih, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Momentum penilaian ini diharapkan semakin memperkuat budaya integritas serta mendorong peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.“Pembangunan Zona Integritas merupakan proses perubahan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. FMIPA Unhas berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan berintegritas sebagai bagian dari upaya mewujudkan reformasi birokrasi yang berdampak nyata,” demikian komitmen yang menjadi semangat seluruh tim dalam menghadapi penilaian pembangunan Zona Integritas tahun 2026.


