Makassar, 27 Juli 2026 – Dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-being), Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pemanfaatan pangan probiotik berbasis rumput laut dan pangan lokal sebagai salah satu strategi percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Universitas Hasanuddin Tahun 2026 yang mengangkat tema “Inovasi Pangan Probiotik Berbasis Rumput Laut dan Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting Anak di Kabupaten Kepulauan Selayar”. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar pada Senin, 27 Juli 2026, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum.
Program yang diketuai oleh Prof. Dr. Zaraswati Dwyana, M.Si. ini bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, tim pengabdian memperkenalkan inovasi pangan fungsional berbahan baku rumput laut dan pangan lokal yang tidak hanya bernilai gizi tinggi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. H. Nur Aswar Badulu, S.Ag., M.Si., jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar, para kepala madrasah dan guru, penyuluh agama, staf Kantor Kementerian Agama, akademisi Universitas Hasanuddin, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, insan media, serta perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Ketua Tim Program Kemitraan, Prof. Dr. Zaraswati Dwyana, M.Si., menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah kesehatan yang bersifat multidimensional. Pendekatan pencegahan stunting harus dilakukan secara komprehensif melalui edukasi masyarakat, perubahan pola konsumsi pangan, serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang kaya nutrisi. Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi besar berupa rumput laut dan berbagai komoditas lokal lainnya yang dapat dikembangkan menjadi pangan fungsional dengan kandungan serat, vitamin, mineral, antioksidan, serta probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan.
Sebagai bentuk implementasi inovasi, tim Program Kemitraan Universitas Hasanuddin memperkenalkan berbagai produk pangan fungsional berbahan dasar Ulva lactuca (selada laut) dan Gracilaria sp. atau yang dikenal masyarakat Selayar sebagai Sango-sango. Kedua jenis rumput laut tersebut diolah menjadi berbagai produk inovatif seperti bubur probiotik, biskuit rumput laut, mie rumput laut, yoghurt probiotik, dan pangan sehat lainnya yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya pola makan seimbang, pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan pangan bergizi, serta peluang pengembangan usaha berbasis produk pangan lokal. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai teknik pengolahan rumput laut, manfaat probiotik, hingga peluang pemasaran produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar semakin memahami pentingnya konsumsi pangan lokal bergizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Program Kemitraan Tahun 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi dan kemandirian pangan berbasis potensi lokal sehingga mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.


